Antusias Mahasiswa Melalui Pasar Modal Indonesia

Pemaparan Literasi Investasi Indonesia oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan

Pasar Modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif investasi bagi para investor selain menabung membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan. Pasar Modal membantu meningkatan aktivitas ekonomi nasional dimana perusahaan-perusahaan akan lebih mudah memperoleh dana, sehingga akan mendorong perekonomian nasional menjadi lebih maju, yang akan menciptakan kesempatan kerja yang luas, serta meningkatkan pendapatan pajak bagi pemerintah

Selama ini tingkat literasi dan pengetahuan masyarakat Indonesia tentang pasar modal maupun saham tergolong masih rendah yaitu sekitar sebesar 4,3 persen. adapun indeks literasi industri jasa keuangan lainnya seperti perbankan tercatat sebesar 28,94%, asuransi 15,76%, pembiayaan 13,05% dan pegadaian 17,82%. Hal tersebut menunjukkan bahwa prospek Pasar Modal masih sangat bagus.

Dalam rangka meningkatkan literasi pasar modal di ranah perguruan tinggi, maka Program Studi Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Katolik Parahyangan bekerjasama dengan Kresna Sekuritas menyelenggarakan Seminar Literasi Pasar Modal pada hari Jumat, 18 Oktober 2019, di Ruangan Audio Visual UNPAR. Tema yang diangkat adalah “Investasi Aman Melalui Pasar Modal”. Acara ini didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seminar Literasi Pasar Modal dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, yaitu Ibu Dian Sadeli, S.E., M.Ak. yang mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama belajar dan menambah pengetahuan tentang pasar modal di tengah beragamnya jenis investasi masa kini. Peserta seminar literasi juga akan ditawarkan untuk mengikuti workshop lanjutan mengenai investasi di saham. Beberapa bulan kedepan, akan diadakan kompetisi virtual trading dan terbuka untuk seluruh warga UNPAR.

Paparan materi pertama diawali oleh Ibu Febri Dimaelita Siagian, selaku perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan. OJK memiliki fungsi pengawasan terhadap seluruh lembaga keuangan yang beroperasi di Indonesia,  namun OJK juga menyarankan bahwa investasi harus didasarkan pada prinsip 2L, yaitu legal dan logis. “Berinvestasi di pasar modal, harus menggunakan prinsip 2L, yaitu legal, dengan melihat apakah sarana investasi tersebut memiliki ijin dari OJK atau tidak, dan logis, yaitu investor harus berfikir logis bahwa investasi di instrumen pasar modal tidak ada yang lepas dari resiko”, tutur Ibu Febri.

Selanjutnya, pemaparan materi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai potensi pasar modal yang masih sangat besar di Indonesia, terutama saham. “Di Bursa Efek Indonesia, sekarang ada 655 emiten dan akan terus bertambah seiring waktu, maka kesempatan bagi mahasiswa/i untuk melihat potensi saham yang ada di Indonesia” ujar Bapak Reza Sadha, selaku Kepala Bursa Efek Indonesia Cabang Jawa Barat. Menurut beliau, dikatakan bahwa performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 10 tahun terakhir telah mencapai 125.6% (Sumber : Bloomberg ; 31 Desember 2007 – 31 Desember 2018) dan diprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi 5 besar, maka dari itu beliau mengajak untuk berinvestasi saham mulai dari sekarang, agar tidak tertinggal dan menyesal di kemudian hari.

Menurut Hendry Wijaya, Strategic Partnership Advisor dari Kresna Sekuritas, mengatakan bahwa investasi saham bisa dimulai dari melihat dulu perusahaan yang akan dibeli, lalu mempersiapkan uang untuk membeli saham tersebut. “Perusahaan yang kita beli itu diharuskan untuk perusahaan yang kita kenal dan kita ketahui produknya, jangan sampai membeli perusahaan yang tidak jelas fundamental dan pengelolaannya” ujar Hendry Wijaya. Bapak Hendry Wijaya juga menyarankan untuk membeli saham layaknya diinvestasikan, bukan hanya dijual belikan. “Saham adalah salah satu produk investasi yang menjanjikan, terlihat dari bunga majemuk IHSG selama 10 tahun yang mencapai angka 16.6%, lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen pasar modal lainnya. Maka dari itu, berinvestasi saham adalah salah satu jalan untuk menjadi kaya. Menjadi kaya, bukan berarti ingin terlihat kaya” ujar Hendry Wijaya saat memaparkan materi terkait pasar modal dari Kresna Sekuritas.

Pemaparan materi yang dilakukan oleh OJK dan BEI bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa/i mengenai investasi di pasar modal. Bahwa adanya pasar modal dapat membuka peluang bagi mahasiswa/i untuk menginvestasikan uang nya di pasar modal dan menghidupkan gaya hidup untuk menabung, namun dengan instrumen pasar modal, seperti saham. Pemaparan materi dari Kresna Sekuritas bertujuan agar mahasiswa/i UNPAR dapat mengedukasi mahasiswa bahwa Kresna Sekuritas hadir di Universitas Katolik Parahyangan untuk mengajak mahasiswa berinvestasi di saham.

Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UNPAR berusaha untuk menjadi wadah dari warga UNPAR yang tertarik dengan investasi di pasar modal. Seminar Literasi Pasar Modal yang diadakan pada hari ini dihadiri oleh mahasiswa/i maupun dosen UNPAR, dengan total peserta 120 orang. Antusias mereka terlihat saat mendengarkan materi pembicara dan saat memasuki sesi tanya jawab dari pembicara yang hadir pada hari ini.