Parahyangan Business Case Competition 2017

Parahyangan Business Case Competition (PBCC) 2017 – PBCC 2017 merupakan kompetisi studi kasus bisnis yang diadakan oleh Magister Manajemen Universitas Katolik Parahyangan untuk mahasiswa/i S1.

Pada awalnya kami – Brigitta, Vivian, dan Raynaldi- mengetahui kompetisi ini dari pegumuman dari website bisnis- UNPAR, teman-teman, dan dosen. kemudian kami tertarik untuk mencoba, kami mendaftarkan diri kami untuk mengikuti kompetisi tersebut. Saat kami mendapatkan soal kasus Warung Talaga, kami sempat kebingungan karena isi dari laporan tersebut harus memuat banyak jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Tapi perlahan kami bertiga mencoba membahas soal tersebut secara bertahap sambil melakukan observasi ke tempat-tempat yang dijadikan objek. Dari mengerjakan laporan hingga  Menyerahkannya, kami hanya memiliki waktu selama kurang lebih 1 minggu. Setelah menunggu 2 hari, kami mendapatkan pengumuman bahwa tim The Summit, yaitu tim kami masuk ke babak 15 besar.

Saat  itu kami diberitahukan bahwa kami harus mengikuti event dan grand final 3 hari setelahnya. Pada saat Welcome Ceremony dan berlangsungnya event yang diberikan oleh Magister Manajemen dan Warung Talaga, kami diperkenalkan bagaimana kondisi di lapangan secara langsung. Kami banyak mendengarkan informasi dan kegiatan real dari pemilik Warung Talaga secara langsung sambil makan bersama. Tentu kami sangat senang, tidak hanya mendapatkan informasi dari sang pemilik tapi kami juga dapat makan di Toko Yun Sen dan Warung Talaga secara gratis. Setelah mengetahui kondisi objek secara langsung, kami diundang untuk mengikuti Parahyangan Business Gathering di Hotel Hilton.

Pada acara ini kami mendengarkan banyak pengalaman dan informasi dari Kementrian Perindustrian, pemilik Warung Talaga, dosen dari salah satu Universitas di luar negeri, dll. Hari pertama pun ditutup oleh pengambilan undian presentasi dan kelompok kami mendapatkan urutan ke-6. Selasa, 21 November 2017 adalah salah satu hari yang menegangkan bagi tim kami. Selain membawa nama universitas, kami juga membawa nama program studi Ilmu Administrasi Bisnis. Kami mempresentasikan hasil dari laporan kami yaitu dari masalah, analisis, hingga sarannya. Selain itu kami juga mempresentasikan kasus baru yang diberikan kemarin dan memberikan saran kepada Warung Talaga. Lega rasanya ketika telah presentasi walaupun kami mendapatkan berbagai pertanyaan yang tajam. Setelah itu kami bertiga mendengarkan presentasi dari kelompok-kelompok lain.

Kelompok- kelompok lain ada yang berasal dari UNPAR sendiri, ITB, UPN, UI, ITHB, Universitas Telkom, dan Maranatha. Menurut kami ada kelompok yang memang bagus dari analisis yang tajam, saran yang unik, dan penyampaian yang baik. Tetapi ada pula kelompok kurang seperti salah menjawab dari apa yang dituju, presentasi yang biasa, dll. Setelah menungu selama kurang lebih 5 jam, kami mendapatkan pengumuman juara. Ternyata kelompok The Summit dari UNPAR meraih Juara Harapan 2. Sungguh senang rasanya dapat masuk 6 besar, terlebih kelompok kami adalah satu-satunya yang membawa nama baik UNPAR.

Peserta mendapatkan Hadiah

Menurut kami ajang mengikuti lomba seperti ini adalah suatu hal yang baik untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan kita. Di samping itu, kita pun dapat memperkaya ilmu kita lebih luas lagi. Untuk yang belum pernah mengikuti lomba, jangan pernah takut untuk mencoba! Untuk yang sudah pernah mengikuti lomba, terus kembangkan kemampuan kalian! Jangan pernah puas akan hasil yang telah didapatkan karena semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mencoba.