PERSIAPAN UNTUK ERA INDUSTRI 4.0

Perubahan era industri 4.0 yang sekarang sedang terjadi merupakan suatu tantangan untuk para pebisnis, mulai dari pebisnis kecil hingga pebisnis besar untuk dapat mengubah bisnisnya tersebut lebih kepada teknologi seperti dalam bentuk sistem informasi, sistem siber-fisik, dan tentunya internet. Banyak faktor-faktor yang harus dipersiapkan pebisnis dalam persiapan untuk menghadapi era industri 4.0 tersebut. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia. Karena dimana dalam era industri 4.0 banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem Sumber Daya Manusia yang sudah mulai digantikan oleh robot dan mesin.

Melihat hal tersebut pada Selasa (5/3), Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menyelenggarakan corporate gathering dengan tema “Peluang Bisnis Dalam Era Industri 4.0” di Hotel Savoy Homann Bandung yang berada di pusat Kota Bandung yaitu di jalan Asia Afrika. Corporate Gathering ini diperuntukan bagi para pebisnis dan pengusaha yang tergabung dalam APINDO Jawa Barat dan Perhimpunan INTI. Antusiasme tinggi sehingga acara ini dihadiri lebih dari 200 orang yang tertarik untuk mendapatkan Tips Mengelola dan Mengembangkan SDM di Era Industri 4.0. Acara corporate gathering ini juga dihadiri oleh Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Jawa Barat. Acara tersebut dimulai pada pukul 18.00 dimulai dengan makan malam dan diakhiri oleh sesi tanya jawab.

Jol Stoffers, Ph.D., didampingi oleh Agus Gunawan, Ph.D., sedang memaparkan tren cara meningkatkan kemampuan employability SDM dalam menghadapi industri 4.0 di Eropa, USA, dan Asia.

Terdapat lima pembicara dalam acara ini, dimulai dengan Jol Stoffers, Ph.D., Professor of Employability dari Zuyd University Belanda yang juga menjadi adjunct professor dari Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis UNPAR. Beliau memaparkan tren cara meningkatkan kemampuan employability SDM dalam menghadapi industri 4.0 di Eropa, USA, dan Asia. Pembicara kedua adalah Dr. Ahmad Cahyo Nugroho dari Politeknik APP, Kementerian Perindustrian yang memaparkan perkembangan industri 4.0 di Indonesia dan implikasinya bagi dunia bisnis. Dr. M. Banowati Talim selaku Ketua Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis memaparkan best practice pengelolaan SDM dalam menghadapi industri 4.0. Beliau juga mengumumkan kesiapan Administrasi Bisnis UNPAR untuk mempersiapkan lulusan yang siap melakukan transformasi untuk business digital 4.0, yaitu pembukaan program Bisnis Digital untuk tingkat Sarjana. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari praktisi dari PT. Tiga Anugerah Sejahtera dan PT. Jamiko Karya Kreasi. PT. Tiga Anugerah Sejahtera merupakan perusahaan yang menyediakan konsultasi dan pelatihan untuk bisnis retail dan diwakili oleh  Januarius Gunawan, SE. Beliau memaparkan strategi perusahaan untuk bagian sales dalam menghadapi industri 4.0. Pembicara terakhir adalah Asdi Aulia, SE, M.Bus dari PT. Jamiko Karya Kreasi yang merupakan perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi bisnis, konsultasi untuk kegiatan internasionalisasi, pelatihan, dan pelatihan/assessment dengan menggunakan gamifikasi. Beliau membahas tentang upaya perkembangan up-skilling dan re-skilling agar SDM perusahaan sesuai dengan tuntutan industri 4.0.

Dr. M. Banowati Talim, Ketua Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis, menjawab pertanyaan yang diajukan peserta pada sesi tanya jawab.

peserta corporate gathering dapat mendownload foto-foto selama kegiatan berlangsung melalui link berikut :
https://drive.google.com/folderview?id=1DegCIin2BlEx02a5epLJV_8a0eOaVMZa